Audiensi Asosiasi Petani Tembakau Indonesia ke Wakil Gubernur DIY

Tanggal Rilis :
Kamis, 27 Oktober 2016
Penulis Artikel :
sukarmi
Fotografer :
Dewi
Lokasi :

Yogyakarta (27/10/2016) jogjaprov.go.id – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menerima kunjungan dari Panitia Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) pada Kamis (27/10) di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Kunjungan tersebut diadakan dalam rangka mengajukan permohonan untuk bisa beraudiensi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) bermaksud untuk meminta masukan dari Gubernur DIY terkait dengan rencana APTI untuk mengadakan Peringatan Hari Petani Tembakau Sedunia pada tanggal 29 Oktober 2016 di Yogyakarta, dengan tema Saved Our Livelihood (Selamatkan Mata Pencaharian Kami). Lebih jauh, para petani tembakau dan cengkeh yang tergabung dalam APTI dan APCI memohon perlindungan dalam menghadapi tekanan kapitalisme global yang secara nyata dan terasa mengancam mata pencaharian mereka. Tidak hanya itu dalam rangka memperingati Hari Tembakau Sedunia panitia APTI juga menggelar acara budaya seperti pawai dan tari-tari tradisional yang melibatkan 1000 petani cengkeh.

Suseno selaku ketua APTI mengatakan, “Kami meyakini akan mendapatkan pencerahan dan peneguhan bahwa pertanian tembakau dan cengkeh sebagai salah satu simbol kearifan lokal. Maka tepatlah jikalau dalam konteks budaya ini kami memilih Yogyakarta yang istimewa sebagai representatif.”

Kunjungan ini diikuti oleh Budidoyo, SE selaku Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Soeseno selaku Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), I Ketut Budiman selaku Sekjen Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) dan Muhammad Lutfi selaku Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia (MPSI).

Pemaparan tersebut mendapatkan apresiasi dari Wakil Gubernur DIY. Beliau berharap agar APTI dan APCI  dapat mewakili petani cengkeh dan tembakau untuk menyampaikan aspirasinya. (hrd)

HUMAS DIY.

 

KOMENTAR

Belum ada komentar dalam artikel ini

Anda Harus Login untuk memberikan komentar

LOGIN USER | DAFTAR BARU

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Pemerintah Daerah DIY dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Pemerintah Daerah DIY akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

FILTER & PENCARIAN